Sebagai seorang womenpreneur, daftar pekerjaan yang Emak miliki mungkin sepanjang rel kereta. Mulai dari pekerjaan rumah tangga, ide mengembangkan bisnis yang perlu dieksekusi, hingga hal-hal yang penting memang harus dilakukan saat ini juga.

Sayangnya, waktu kita semua sama, hanya 24 jam. Begitu juga fokus kita.

Mau tidak mau, kita perlu untuk belajar menentukan prioritas pekerjaan mana yang penting kita kerjakan, dan membuat bisnis berkembang.

Tapi bagaimana cara untuk menentukannya?

Tips menentukan prioritas pekerjaan untuk emak pebisnis

Saat menentukan prioritas pekerjaan yang hendak Emak lakukan, penting sekali untuk memperhatikan tujuan/ goals dari aktivitas tersebut.

Dari output kegiatan tersebut, kita dapat menilai, apakah pemilihan prioritas pekerjaan kita sudah tepat atau malah salah. Misalkan;

  • Jika saat ini Emak sedang mengikuti kursus online; maka pemilihan prioritas pekerjaan Emak kurang efektif, jika Emak tidak punya waktu untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh
  • Jika Emak menulis atau membuat konten dan Emak tidak ada waktu untuk mempromosikannya, maka pilihan prioritas pekerjaan Emak saat ini masih salah. Alokasijan waktu untuk membuat konten lebih sedikit, dan gunakan kelebihan waktu untuk mempromosikan konten yang sudah Emak buat.
  • Jika Emak mencurahkan fokus agar banyak orang mendaftar list email, (atau menjadi follower di media sosial), maka pastikan Emak  meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan pengikut atau mereka yang ada dalam data base email. .

Tips termudahnya, jangan lupa selalu bertanya, “apakah aktivitas tersebut selaras dengan tujuan bisnis yang sedang Emak lakukan.

Emak juga bisa membuat prioritas pekerjaan berdasarkan:

#1. Day-to-day task
Jika Emak sering merasa kekurangan waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaan, maka penyelesaian masalahnya ada pada prioritas pekerjaan. Selalu pilih to-do yang akan menghasilkan cash flow untuk bisnis Emak dulu.

Untuk Emak freelancer seperti saya, pekerjaan yang menghasilkan cash flow bisa jadi mengajukan proposal pekerjaan, membalas email kerjasama, mengerjakan task pada project yang sedang berjalan, termasuk di dalamya mengirimkan invoice.

Jika sedang tidak ada project, maka fokuslah pada kegiatan pemasaran jasa/ produk Emak. Jangan lupa, rencanakan kegiatan marketing ini dengan strategi yang tepat, tidak asal membuat konten, atau yang penting update status saja.

#2. Rencana goals jangka panjang
Setiap kali hendak belajar hal baru, sebaiknya Emak selalu bertanya, “Apakah saat ini aku bisa langsung mempraktekannya?”

Ingat, jika Emak punya satu hal baru, maka bersiaplah untuk melepaskan hal lain yang biasa Emak lakukan.

“Everytime you agree to something new in your life, be prepare to give up something”

Mungkin Emak akan berpikir, “Gampang, aku nggak akan nonton ongoing drama selama sebulan.”

Tapi, apakah “enggak nonton” ini benar-benar akan membantu Emak untuk bisa praktek ilmu baru atau eksekusi ide baru?

Jika ya, tak masalah, tapi jika hanya semakin menambah to do list semakin panjang, maka artinya Emak perlu mencoret beberapa task dalam to-do list harian Emak.

Tidak dengan sadar memilih meluangkan waktu untuk melakukan hal yang Emak pilih, hanya akan membuat Emak semakin stres dan lelah.

Mampu membuat prioritas pekerjaan merupakan salah satu hal, yang penting dalam produktivitas dan membangun bisnis yang sukses.

Sangat mudah bagi Emak untuk terjebak apda aktivitas harian yang sebenarnya tidak akan membantu bisnis Emak maju.

Jadi, jangan pernah lupa untuk selalu mengevaluasi bagaimana emak menggunakan waktu sehari-hari. 

Pastikan juga jika Emak sudah menggunakan waktu untuk kegiatan yang membantu Emak menuju tujuan bisnis yang sudah Emak pilih.

Terima kasih sudah berkunjung, sampai jumpa di artikel produktivitas selanjutnya. Salam

Rahayu, for emakdigital.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *