blogging tips - online marketing

5 Hal yang Dapat Menghalangi Trafik pada Situs Bisnis Anda

hal-hal yang menghalangi trafik pada blog atau situs bisnis
Hal-hal sepele, ternyata dapat menghalangi trafik pada situs atau blog bisnis

Update setiap hari, sudah. Share di media sosial bahkan grup chat pun sudah, tapi kenapa ya, trafik pada situs bisnis tidak juga meningkat? Kira-kira apa yang menghalangi trafik pada blog atau situs bisnis kita?

Sebagai Bloger atau pun content marketer, trafik pada situs bisnis atau pun blog juga sama pentingnya untuk saya. Karena dari trafik inilah, lead yang akan menjadi konversi.

Namun, berkompetisi di dunia maya agar selalu menjadi rujukan pertama. juga bukan hal yang mudah. Ada jutaan kompetitor diluar sana yang juga ingin menjadi yang pertama.

Sayangnya, tanpa disadari kadang kita membuat kesalahan yang justru menghalangi mesin pencari menuju blog atau situs bisnis kita. Entah karena salah perencanaan di awal, atau karena kekurang tahuan atas seluk beluk digital marketing dan SEO.

Syukurlah, diluar sana, ada banyak master digital marketing yang sering membagikan tipsnya untuk membantu audience atau followernya mencapai tujuan situs bisnisnya.

Dan pagi ini, saya mendapatkan tips tentang bagaimana meningkatkan trafik blog dari seorang master digital marketing, Neil Patel.

5 kesalahan yang dapat menghalangi trafik pada blog atau situs bisnis

1. Meletakkan tanggal pada URL

Mesin pencari seperti Google sangat menyukai konten terbaru. Karena itu jika kita mengatur URL kita dengan tambahan tanggal (namadomain.com/tahun/bulan/ judul artikel), maka bisa jadi, konten tersebut tidak akan dianggap relevan lagi setelah beberapa waktu berjalan.

Hal ini tentu akan menghalangi trafik pada blog atau situs bisnis kita.

Cara untuk mengatur agar tampilan URL Anda tanpa mencamtumkan tanggal sangatlah mudah.

Bagi Anda pengguna platform WordPress, cukup menuju bagian Setting (Pengaturan), gulir pada opsi “Permalink”, dan pilih “Post name”. Simpan pengaturan Anda.

Sayangnya, opsi ini tidak tersedia pada pengguna platform Blogger (dulu blogspot), meski nama blog atau situs bisnis Anda sudah menggunakan nama domain pribadi.

2. Tidak memiliki internal link

Agar mendapat ranking atau trafik yang lebih baik, artikel yang Anda tulis pada blog bisnis perlu untuk “bekerja sama” dengan artikel lain dalam kategori yang sama.

Jadi saat membuat artikel baru, tambahkanlah link atau tautan pada artikel lain yang pernah Anda tulis. Jangan lupa, pilih dengan anchor text yang tepat.

3. Hanya peduli tentang SEO saja

Menurut Neil, SEO tidak hanya tentang building link, on-page off page SEO, social media sharing, dan lain sebagainya; branding ternyata masuk juga di dalamnya.

Sesungguhnya tidak hanya Facebook, Twitter, Linkdn yang peduli tentang berita-berita palsu, Google pun ternyata juga peduli akan hal itu.

Jadi, jika ingin artikel dan situs Anda terus dilirik Google, maka jangan lupa untuk membangun brand bisnis Anda juga.

Caranya, dengan mengajak pembaca Anda untuk selalu kembali ke situs Anda, terutama jika Anda baru saja mempublikasikan artikel baru.

Anda dapat menggunakan aplikasi bantuan seperti subscriber.com atau Hello Bar untuk mengirimkan notifikasi pada pembaca Anda.

4. Tidak memperbarui konten lama

Menulis konten yang informatif dan terbaru memang cara terbaik untuk membuat pembaca datang dan kembali ke situs kita. Tapi jangan lupa, informasi yang kita tulis bisa saja sudah ketinggalan jaman.

Karena itu, updating content tidak hanya berarti menulis post baru pada blog atau situs bisnis Anda, tapi juga berarti memperbarui informasi yang ada di dalamnya.

Google adalah mesin pencari yang menyukai artikel-artikel terbaru. Dan mesin pencari ini cenderung meletakkan hal baru pada urutan yang lebih tinggi.

Tidak berarti Anda harus menulis ulang semua pos lama, cukup tulis satu-dua paragraf dan publikasikan. Tentu saja, Anda pun harus memperbarui lagi informasi di dalamnya jika sudah tak sesuai dengan kondisi saat ini.

5. Tidak mempertimbangkan pembaca Anda

Sudah pernah mendengar jika SEO saat ini berarti Search Experience Optimization, bukan Search Engine Optimization?

Artinya, Google akan sangat memperhatikan bagaimana tingkah laku pembaca Anda saat mengunjungi situs atau blog bisnis Anda. Bila mereka langsung menutup atau memilih tanda panah “kembali”, Google akan membaca jika situs Anda tidak relevan dengan pencarian pembaca atau target user Anda.

Jadi, alih-alih hanya peduli dengan SEO, perhatikan juga kualitas konten Anda. Misalnya dengan memperhatikan bahasa, akurasi informasi, menambahkan gambar yang eye catching dan lebih mewakili pembaca, dan seterusnya.

Membangun situs atau blog bisnis memang bukan hal yang mudah, butuh komitmen yang kuat dan fokus pada tujuan agar tujuan bisnis Anda tercapai.

Beban menulis dengan kriteria diatas, memang tidak mudah. Jika khawatir cara updating konten Anda akan menghalangi trafik pada blog atau situs bisnis, Anda dapat menggunakan jasa content writing yang mengerti bagaimana seharusnya menulis SEO dengan baik.

Semoga tips diatas membantu ya, sampai jumpa di artikel online marketing berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *